MENGGUGAT DOKTRIN TRINITAS

Posted: Mei 12, 2010 in MENGGUGAT DOKTRIN TRINITAS
Tag:,

Doktrin Trinitas itu bahwa ada tiga Ketuhanan Person yang jelas-jelas terpisah di dalam Ketuhanan yaitu Tuhan Bapa, Tuhan Anak, dan Tuhan Roh Suci. Athnasian menyatakan :

“Di sana ada suatu person bapa, yang lainnya ada person Anak, dan lainnya Roh Suci. Tetapi Ketuhanan bapa, Ketuhanan Anak dan Ketuhanan Roh Suci itu seluruhnya adalah satu : Dalam kebesaran yang sama, dan dalam keagungan yang semu abadi…”

Bapa adalah Tuhan, Anak adalah Tuhan dan Roh Suci adalah Tuhan. Sedang mereka sendiri masih tidak mengakui adanya tiga Tuhan, tetapi satu Tuhan….Karena itu sepertinya kita ini dipaksakan oleh orang-orang keristen sendiri untuk sungguh-sungguh mengakui setiap person tersebut sebagai Tuhan dan sebagai yang dipertuhankan. Kita dilarang oleh agama Kristen mengucapkan adanya tiga Tuhan dan Tiga yang dipertuhan.

Hal ini jelas menunjukkan adanya suatu pertentangan di dalamnya. seolah-olah hendak dikatakan : satu plus satu plus satu adalah tiga, yang masih satu. Jika jelas-jelas Tiga Ketuhanan Person yang terpisah, dan masing-masing adalah Tuhan, maka disana harus ada tiga Tuhan. Gereja Kristen mengakui adanya kemustahilan untuk menyelaraskan kepercayaan tiga Ketuhanan Person di dalam Ke-Esa-an Tuhan, dan doktrin Trinitas pun menjadi teka-teki, yang menyebabkan seseorang mesti memiliki kepercayaan buta di dalamnya. Ini sesuai denagn apa yang dituliskan oleh JF De Groot dalam bukunya “Catholic Taching” :

“Trinitas Yang Maha Suci adalah sebuah teka-teki yang secara tepat dilukiskan melalui pengertian kata-kata. Karena tidak ada alasan yang dapat membuktikan adanya Tiga Tuhan yang Menjadi Satu, yang katanya diajarkan oleh wahyu itu dan setelah kehidupan teka-teki itu diungkapkan kepada kita, bahkan itu masih mustahil bagi manusia intelektual untuk menjangkau bagaimana Tiga Person itu bisa memiliki hanya satu Sifat Ketuhanan”

Memang aneh, Yesus Kristus sendiri sekali pun  tidak pernah menyebut-nyebut atau mengatakan adanya Trinitas. Menurut YTesus, konsep Tuhan sama dengan konsep para Nabi Israel terdahulu yang selalu mengajarkan ke-Esa-an Tuhan dan tidak pernah mengakui adanya trinitas itu.

“HUkum/perintah yang terutama ialah : Dengarlah, hai orang-orang Israel. Tuhan Allah kita adalah Tuhan Yang Esa. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap akal budimu, dan dengan segenap kekuatanmu” (Markus 12 : 29-30)

Yesus hanya mempercayai kepada satu Person Ketuhanan, Satu Tuhan, sebagaimana yang dijelaskan melalui ucapannya :

“Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti.” (Matius 4 : 10)

Doktrin Trinitas adalah ciptaan orang-orang kristen kira-kira 300 tahun setelah Yesus. Keempat Injil yang dianggap terdaftar kesuciannya, yang ditulis antara tahun 70 dan 115, itu tidak berpatokan pada Trinitas. Juga St. Paul, yang banyak memasukkan ide-ide diluar ke dalam kristen, ia juga tidak mengetahui sedikitpun mengenai Tiga Tuhan yang menjadi satu.

The New Chatolic Encyclopedi mengakui bahwa doktrin Trinitas itu tidak pernah dikenal oleh orang-orang kristen pada masa terdahulu dan bahwa Trinitas itu dirumuskan pada seperempat akhir abad ke empat :

“Adalah sulit, dalam pertengahan abad ke duapuluh ini menawarkan suatu kejelasan, kemurnian, obyektifitas, dan kejujuran dan kolaborasi theologi mengenai teka-teki trinitas. Diskusi-diskusi mengenai Trinitas/Tritunggal, yang pernah diselenggarakan oleh Katholik Roma dan juga yang lainnya, seluruhnya masih menunjukkan bayang-bayang keraguan

Demikianlah doktrin Trinitas, tidak pernah diajarkan Yesus Kristus, yaang tidak akan dapat ditemukan dalam kitab Injil. Trinitas asing dari orang-orang Kristen terdahulu dan baru menjadi bagian kepercayaan Kristen pada akhir abad yang keempat.

Secara rasional, dogma Trinitas juga tidak dapat dipertahankan. Trinitas bukannya tidak beralasan, tetapi Trinitas bertentangan dengan alasan sendiri. Kepercayaan kepada Tiga Tuhan Person adalah tidak sama dengan kepercayaan kepada ke-Esa-an Tuhan. Jika terdapat tiga person yang jelas-jelas terpisah, maka disana juga harus ada tiga substansi (zat) yang jelas-jelas berbeda, karena setiap person tidak akan dapat dipisahkan dari subtansinya masing-masing.

Doktrin Trinitas ini dikembangkan sebagai suatu konsekwensi pendewaan terhadap dua makhluk: Yesus Kristus dan kegaiban Roh Suci, dan persekutuannya dengan Tuhan adalah dianggap sebagai partner dalam ketuhanan-Nya. Sebagaimana diterangkan dalam Literatur Kristen bahwa keterpisahan ketiga personifikasi tersebut adalah merupakan atribut Tuhan. Apakah itu dilihat dari sudut pandang sejarah ataukah dengan cara lainnya, yang merupakan kemunduran dari theologi rasional ke methologi (yang lebih menonjolkan mithos purba). Karena itu akar dari seluruh methologi tersebut adalah terletak pada tendensi yang tidak rasional karena pikiran manusia selalu mendewa-dewakan orang besar, menjelmakan kekuatan dan atribut non personal serta menghadirkan seluruhnya sebagai Tuhan Person.

Islam mengajarkan ke-Esa-an Tuhan secara simpel. Islam menghadirkan sebuah konsepsi Tuhan yang bebas dari khayalan yang mithologi. Islam menguatkan keunikan Tuhan dan menyatakan bahwa Dia bukanlah partner dalam ketuhanan-Nya. Dia adalah cukup dengan Diri-Nya sendiri, yang hanya kepadanyalah kita menggantungkan diri, bukan kepada yang lainnya. Dia adalah Pencipta dan Pemelihara seluruh alam, Dia Maha baik, Maha Kuasa, Maha Mengetahui, tidak pernah lupa maupun dilupakan, tidak akan ada yang dapat menghindarkan diri dari pandangan-Nya. dan tidak ada yang dapat menyamai-nya sebagai partner dalam Ketuhanan.

“Katakanlah, Dialah Allah Yang Maha Esa

Allah adalah Tuhan Yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu

Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan

Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia ” (AL Ikhlas 1 – 4)

“Dan Tuhan, adalah Tuhan Yang Maha Esa, Tidak ada Tuhan melainkan Dia, Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya siang dan malam, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang ebrguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan  dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi ini segala jenis hewan dan pengisaran angin serta awan yang dikendalikan antara langit dan bumi, sungguh-sungguh terdapat (Ke-Esa-an dan Kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.” (Al Baqarah 163-164)

“Allah, tidak ada Tuhan melainkan Dia, Yang Hidup Kekal lagi terus-menerus mengurus (makhluknya), tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nyalah apa yang ada di langit dan di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafaat disisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di depan mereka dan di belakang mereka, sedang mereka tidak mengetahui apa-apa dati ilmu Allah melain kan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi-Nya (ilmu-Nya, kerajaan-Nya) adalah meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dia Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (Al Baqarah: 255)

(sumber : Islam dan Kristen, karya Ulfat Aziz Ash-Shamad)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s