NABI ISA AS (YESUS) MENGHARAMKAN BABI

Posted: Mei 10, 2010 in YESUS MENGHARAMKAN BABI
Tag:,

INILAH

PELANGGARAN ORANG KRISTEN TERHADAP INJIL MEREKA

Ulangan 14 : 8

Juga babi hutan, karena memang berkuku belah, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu.

Daging binatang-binatang itu janganlah kamu makan dan

jangan kamu terkena bangkainya.

Imamat 11 : 7

Demikian juga babi hutan, karena memang berkuku belah yaitu kukunya bersela panjang,

tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu.

Yesaya 66 : 17

Mereka yang menguduskan dan mentahirkan dirinya untuk taman-taman dewa, dengan mengikuti seseorang yang ada di tengah-tengahnya, yang memakan daging babi dan binatang-binatang jijik serta tikus, mereka semuanya akan lenyap sekaligus, demikianlah firman Tuhan.

PAULUS MENGHALALKAN MAKAN BABI

Roma 14 : 2-3

Yang seorang yakin, bahwa ia boleh makan segala jenis makanan tetapi orang yang lemah imannya hanya makan sayur-sayuran saja.

Siapa yang makan janganlah menghina orang yang tidak makan dan siapa yang tidak makan,

janganlah menghakimi orang yang makan,

sebab Allah telah menerima orang itu.

Roma 14 : 17

Sebab kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman tetapi soal kebenaran, damai

sejahtera, dan sukacita oleh Roh kudus.

Roma 14 : 20

Jangalah engkau merusakkan pekerjaan Allah oleh karena makanan!

Segala sesuatu adalah suci, tetapi celakalah orang, jika oleh makanannya orang itu tersandung.

(sumber : Injilku Yang ternoda karya  Yusuf Ismail Alhadid)

Komentar :

Ternyata Paulus hanyalah seorang penentang Yesus. Dia bukan pengikut Yesus. Apa buktinya? Banyaknya pertentangan ayat buatannya dengan pernyataan Yesus cukup menjadi bukti, bahwa Paulus adalah penentang Yesus. Mungkin Paulus adalah penggemar daging babi.  Agar hobinya tidak terganggu, ia mengeluarkan ayat yang menghalalkan daging babi.

Dalam Alkitab tahun 1960 terbitan LAI, disana bunyi dari Ulangan 14 ; 8 sebagai berikut :

“Juga babi, karena memang berkuku belah, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu. Daging binatang-binatang itu janganlah kamu makan dan janganlah kamu terkena bangkainya.

Dalam kitab terbitan LAI yang sekarang ada tambahan kata

“ hutan, “

sehingga bunyinya menjadi

“babi hutan”

Tentu agar babi kota dan babi desa bisa dimakan. Kan yang diharamkan

babi hutan.  Hik..hik…hik…

Tahun depan, ditambah lagi menjadi “babi hutan gundul” heeheeeheeee…

artinya babi dari hutan gondrong boleh dimakan…..

Tapi sayang, babi hutan, babi kota, babi desa, babi hutan gondrong

semua mulutnya nyonyor, kukunya belah, taringnya nongol

dllllll yang gak ada bedanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s