Mayoritas orang Kristen, terutama para penginjilnya aktif melakukan ekspansi ajaran Kristen ke seluruh dunia dengan dalih mendapat perintah berupa Amanat Agung dari Tuhan Yesus. Tapi ternyata argumentasi mereka lemah, sebab ayat-ayat dibawah ini menunjukkan larangan dari Yesus untuk tidak menyebarkan ajaran-Nya keluar dari Israel, karena Yesus adalah nabi khusus bani Israel.
Matius 10 : 56
Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: “Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria,
(6) melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.
Matius 15 ; 24
Jawab Yesus: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.”
BANDINGKAN:
Orang Kristen melakukan Kristenisasi dengan dalih bahwa mendapat Amanat Agung Tuhan Yesus untuk menyebarkan ajarannya kepada seluruh bangsa.
Markus 16 ; 15
Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.
Matius 28 : 18 – 20
(18) Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga
dan di bumi.
(19) Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa
dan Anak dan Roh Kudus,
(20) dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu.
Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”
Kisah Para rasul 1 : 8
Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi
saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”
Lukas 24 : 47
dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan
kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem.
FAKTA :
Markus 16 : 9 – 20 ternyata AYAT SUSUPAN
Dalam The Christian Counselor’s New Testament, oleh DR. Jay E. Adam, Baker Book House, Grand Rapids, Michigan USA, Injil Markus ini “berakhir” pada ayat 8. Setelah ayat 8 hanya ditulis footnote sebagai berikut :
“Ayat-ayat ini (16 :9-20) tidak ada pada manuskrip-manuskrip terbaik. Penutup lebih pendek seperti ini (yang berakhir pada pasal 16 : 8) bisa ditemukan pada versi lainnya.”
Demikian juga Markus yang ada dalam The Holy Bible New International Version, ada penjelasan sebagai berikkut :
“Dua manuskrip yang paling tua tidak memiliki Markus 16 : 9 – 20” (New York International Bible Society, Zondervan Bible publisher, Grand Rapids, Michigan USA)
Matius 28 : 16-20 ADALAH AYAT TAMBAHAN
Prof. Dr. Hugh J. Schonfield, Pakar Alkitab dan Pemikir Kristen, sekaligus nominator pemenang Nobel tahun 1959, dalam bukunya “The Original New Testament” menyatakan :
“Ayat ini (Matius 28 : 15) nampaknya sebagai Injil Matius. Dengan demikian ayat-ayat selanjutnya
(matius 28 : 16-20)dari kandungan isinya, Nampak sebagai ayat-ayat yang baru ditambahkan kemudian.”
Prof. DR. Robert Funk, Profesor Ilmu Perjanjian Baru, dari Univ. Harvard Amerika, dalam bukunya “The Five Gospel” menyatakan :
“ Perintah utama dalam Matius 28 : 16-20…….Diciptakan oleh para penginjil……..memperlihatkan Ide untuk menyebarkan ajaran Kristen ke seluruh dunia. Yesus sangat mungkin tidak memiliki ide untuk mengajarkan ajarannya ke seluruh dunia dan Yesus sudah pasti sukan pendiri lembaga geraja/agama Kristen ini. Ayat ini tidak menggambarkanperintah yang diucapkan Yesus.”
KESIMPULAN :
TERNYATA………………………………………………
Dalil utama dalam Matius 28 : 19-20 yang mereka yakini sebagai Amanat Agung Yesus adalah PALSU. Bahkan begitu juga dengan Markus 16 : 9-20, semua adalah ayat tambahan.
Sungguh memprihatinkan……….kitab yangh katanya suci itu, sudah ditambah-tambah dan dipalsukan.
(sumber ; injilku Yang Ternoda, Yusuf Ismail Alhadid)
Tambahan:
Menurut pendapat saya, kitab Injil yang sekarang ini, adalah kitab suci yang menurut bahasanya anak muda, disebut GAUL. Pasalnya, bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan jaman. Bisa berubah dari waktu ke waktu sesuai keperluan gereja.
Kalau Al Qur’an? Jelas terjaga dari penambahan-penambahan atau pengurangan. Masalahnya setiap hari ada saja yang membaca dan menyimak. Dari dulu sampai sekarang. Budaya “semakan’ al Qur’an, tadarus, dll menyebabkan, usaha-usaha dari kaum non Islam untuk mengubah al-Qur’an selalu ketahuan. Dan dari pihak penerbit, jika ada cetakan yang salah, pasti disuruh mengembalikan ke percetakan.
DAN YANG PASTI, ALLAH SENDIRILAH YANG MENJAGA KEMURNIAN AL QUR’AN.
Gak percaya? Silahkan cek al Qur’an, terbitan Arab, Amerika, Indonesia, Afrika, dll, dari tahun terbit terakhir sampai yang paling kuno. Baca tulisan Arabnya, jangan terjemahannya. Karena bahasa setiap negara berbeda-beda, dan bahasa Indonesia sendiri juga sering mengalami perubahan tata bahasa, makna, dll.